publicindonesia.com | TANGERANG SELATAN — Kepedulian terhadap kondisi Sungai Ciputat, Tangerang Selatan, kembali diwujudkan melalui aksi gotong royong membersihkan dan membongkar sumbatan aliran sungai di kawasan kolong Flyover Ciputat, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang digagas Forum Peduli Sungai Ciputat tersebut melibatkan sekitar 150 relawan, unsur organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Potensi Tangsel, Karang Taruna, Kampung Tanggap Bencana (Katana), serta masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Ciputat.
Titik kumpul kegiatan berada di gerbang masuk Kompleks Inhutani. Sejak pagi, para relawan bergotong royong mengangkat berbagai material yang menghambat aliran sungai.
Ketua Forum Peduli Sungai Ciputat, Elang Muttaqin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk menangani persoalan sumbatan dan sedimentasi di Sungai Ciputat.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi masih cukup banyak. Dalam aksi kali ini, para relawan lebih banyak mampu mengangkat sampah dan material yang berada di permukaan.
“Semoga ini langkah awal, bukan langkah akhir, karena PR-nya masih banyak. Hari ini hampir 150 relawan turun. Kelihatannya baru bisa mengangkat sampah-sampah saja, belum mengangkat material sedimen yang ada di bawah kolong flyover,” ujar Elang.
Ia berharap Dinas terkait, khususnya bidang sumber daya air (SDA), dapat menjadwalkan kegiatan pembersihan dan penanganan secara rutin.
Pasalnya, keberadaan sumbatan dan sedimentasi di sejumlah titik dinilai masih berpotensi mengganggu aliran air dari hulu menuju hilir.
“Selagi sumbatan masih ada, beberapa perumahan di hilir seperti Inhutani, Pondok Hijau, Payung Mas dan Polisi Udara masih akan terancam banjir,” katanya.
Sampah hingga Sedimentasi Tebal Ditemukan
Dalam kegiatan tersebut, relawan menemukan berbagai jenis material yang menyumbat dan mempersempit aliran Sungai Ciputat.
Mulai dari batang pohon yang tersangkut, sampah plastik, kasur, batu, hingga puing-puing material yang diduga berasal dari aktivitas pembangunan.
Selain sampah, kondisi sedimentasi di bawah kolong flyover juga menjadi perhatian. Sedimen yang menumpuk membuat badan sungai menjadi semakin dangkal.
Sejumlah material bahkan sudah mengeras sehingga membutuhkan tenaga cukup banyak untuk membongkarnya secara manual.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kegiatan dilakukan dengan melibatkan banyak relawan. Pasalnya, lokasi berada di bawah kolong flyover sehingga akses alat berat menjadi terbatas.
Lurah Cipayung: Pembersihan Akan Dilanjutkan hingga Hilir
Kegiatan gotong royong tersebut dibuka oleh Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, S.Sos.
Dini mengapresiasi keterlibatan masyarakat, relawan, OPD, Satpol PP, DLH, bidang SDA, Karang Taruna, serta berbagai unsur masyarakat dalam membersihkan Sungai Ciputat.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan merupakan titik akhir. Pembersihan diharapkan dapat dilanjutkan secara bertahap hingga kawasan hilir Sungai Ciputat.
“Ini bukan titik terakhir. Kami merencanakan sampai ke hilir nanti, Insya Allah, bersama forum dan para penggiat lingkungan,” kata Dini.
Menurutnya, kepedulian terhadap Sungai Ciputat tidak hanya datang dari wilayah Ciputat. Sejumlah komunitas dan penggiat lingkungan dari wilayah lain juga ikut bergabung dalam kegiatan tersebut.
Alat Berat Sulit Masuk, Warga Diajak Gotong Royong
Salah satu relawan menjelaskan, kegiatan di bawah kolong flyover merupakan tindak lanjut dari kegiatan susur sungai dan monitoring yang sebelumnya dilakukan Forum Peduli Sungai Ciputat.
Kali ini, fokus diarahkan pada titik yang dianggap menjadi salah satu hambatan terbesar aliran sungai.
“Alat berat tidak bisa masuk, sehingga untuk memaksimalkan revitalisasi sungai harus menggunakan tenaga manusia. Di sini luas dan panjang, sehingga kita mengajak semua lapisan masyarakat dan pemerintah untuk bekerja bersama melalui gotong royong,” ujarnya.
Kondisi sungai yang semakin dangkal akibat sedimentasi menjadi perhatian utama.
Selain berupaya mengurangi risiko banjir, kegiatan tersebut juga bertujuan mengembalikan fungsi Sungai Ciputat sebagai saluran air sekaligus menjaga habitat sungai.
“Tujuannya untuk mengurangi risiko banjir dan mengembalikan fungsi sungai serta habitat aslinya agar tetap terjaga,” katanya.
Warga Hilir Berharap Penanganan Berkelanjutan
Forum Peduli Sungai Ciputat berharap aksi gotong royong tidak berhenti pada kegiatan pembersihan kali ini.
Penanganan sedimentasi, sampah, serta material penghambat aliran sungai dinilai membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara masyarakat, komunitas lingkungan dan pemerintah.
Dengan kondisi Sungai Ciputat yang melintasi sejumlah kawasan permukiman, upaya menjaga kelancaran aliran air menjadi bagian penting dalam mengurangi potensi genangan dan banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Forum Peduli Sungai Ciputat pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kalau bukan kita, siapa lagi? Satu langkah kecil kita, dampak besar untuk lingkungan bersama.”
(*/Red)






