DLH Tangsel Dorong Pengelolaan Sampah Mandiri Lewat Sosialisasi Budidaya Maggot BSF di Cipayung

oleh -727 Dilihat

Ciputat, publicindonesia.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan terus berinovasi dalam upaya menekan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satunya dengan menggelar Sosialisasi Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) yang berlangsung di Bank Sampah Yes Nerada, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, pada Kamis (9/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kasi Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat DLH Tangsel, Odji Restanto, A.Md, Lurah Cipayung Dini Nurlianti, S.Sos, Pengurus Bank Sampah Yes Nerada, anggota bank sampah, Bhabinkamtibmas Cipayung, serta warga sekitar.

Dalam kesempatan itu, Odji Restanto menjelaskan pentingnya pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot BSF. Ia menyampaikan bahwa maggot merupakan solusi ramah lingkungan dalam mengolah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi.

> “Kami berharap masyarakat bisa menyerap ilmu dari narasumber tentang budidaya maggot ini. Selain membantu mengurangi timbunan sampah, kegiatan ini juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan jika dijalankan dengan serius,” ujar Odji.

 

Sementara itu, Lurah Cipayung Dini Nurlianti memberikan apresiasi kepada warga yang hadir dan berbagi pengalaman pribadinya terkait dampak sampah. Ia mengaku sering mencium bau tidak sedap dari tumpukan sampah di Serpong, meski jaraknya cukup jauh dari rumahnya.

> “Kondisi TPA saat ini sudah sangat parah, terutama di Cipeucang yang sudah kelebihan kapasitas. Antrian truk sampah bahkan mengular hingga ke Taman Tekno. Ini saatnya kita tidak lagi bergantung pada pembuangan akhir, tapi mulai mengelola sampah dari rumah masing-masing,” tegas Dini.

 

Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, yakni memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Menurutnya, keberadaan bank sampah merupakan salah satu solusi konkret yang bisa membantu pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat masyarakat.

> “Bank sampah kalau dikelola dengan baik, apalagi bekerja sama dengan Pegadaian atau program CSR, bisa menjadi sumber pendapatan yang lumayan untuk kas RW. Bahkan, bisa sangat luar biasa jika dilakukan dengan niat dan manajemen yang baik,” tambahnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dini juga mengajak seluruh ketua RW di Cipayung untuk membentuk kelompok bank sampah masing-masing. Pihak kelurahan, katanya, siap memfasilitasi proses legalitas dan memberikan dukungan administrasi seperti penerbitan Surat Keputusan Administratif (SKA).

> “RW 8 akan kami dorong menjadi pilot project agar segera membentuk bank sampah. Semoga langkah ini bisa menginspirasi wilayah lain untuk ikut bergerak bersama,” tutupnya.

 

Melalui kegiatan ini, DLH Tangsel berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari budidaya maggot BSF yang kini mulai banyak diminati.

(*/Rif)

No More Posts Available.

No more pages to load.