Ditolak Warga, Rencana Pembangunan SMPN 25 Tangsel di Bukit Nusa Indah Akhirnya Dibatalkan

oleh -450 Dilihat

publicindonesia.com | Tangerang Selatan — Rencana pembangunan SMP Negeri (SMPN) 25 Tangerang Selatan di kawasan Bukit Nusa Indah, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, akhirnya dibatalkan untuk tahun anggaran 2026 setelah menuai keberatan dari warga sekitar.

Keputusan pembatalan tersebut disampaikan Pemerintah Kota Tangerang Selatan setelah polemik mengenai rencana pembangunan sekolah berlangsung selama beberapa waktu. Pemkot Tangsel kini disebut akan mencari lokasi alternatif untuk pembangunan SMPN 25.

Sebelumnya, warga RW 16 Bukit Nusa Indah menyampaikan penolakan terhadap rencana pembangunan sekolah di lingkungan mereka. Penolakan tersebut antara lain berkaitan dengan akses jalan, kondisi lingkungan, lalu lintas, kesesuaian lokasi, serta persoalan lahan.

Dalam catatan aspirasi warga yang ditandatangani sejumlah unsur masyarakat, warga menyampaikan keberatan setelah melakukan pembahasan terkait rencana pembangunan tersebut.

Warga menilai pembangunan sekolah di lokasi itu perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan dan karakter kawasan permukiman. Akses menuju lokasi juga menjadi salah satu perhatian karena disebut memiliki lebar sekitar empat meter.

Pemkot Tangsel Batalkan Pembangunan

Kepala Bidang Bangunan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel, Maryoto, membenarkan bahwa pembangunan SMPN 25 di lokasi tersebut dibatalkan.

Menurutnya, pemerintah masih menunggu arahan terkait lokasi baru yang akan digunakan.

Sementara itu, Sekretaris DCKTR Tangsel Budi Rahmat menyatakan pembangunan SMPN 25 untuk tahun ini dihentikan. Pemkot akan mencari lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sekolah tersebut.

Maryoto menjelaskan, apabila lokasi baru telah ditentukan, proses pembangunan akan kembali dipersiapkan dan proyek dapat ditender ulang.

Dengan keterbatasan waktu pada tahun anggaran 2026, pembangunan di lokasi baru juga belum memungkinkan untuk direalisasikan tahun ini karena harus melalui tahapan perencanaan sebelum masuk proses tender.

Warga Soroti Sejumlah Persoalan

Polemik pembangunan SMPN 25 tidak hanya berkaitan dengan penolakan terhadap sekolah, tetapi terutama mengenai lokasi pembangunan.

Sejumlah warga mempertanyakan akses keluar-masuk sekolah, potensi kepadatan lalu lintas, kondisi lingkungan, ruang parkir, keselamatan serta dampak aktivitas sekolah terhadap permukiman.

Persoalan status lahan juga sempat menjadi sorotan. Pada awal September 2026, Pemkot Tangsel melalui jajaran terkait menyebut lahan yang disiapkan untuk pembangunan telah tercatat sebagai aset pemerintah, tetapi proses sertifikasinya masih dikoordinasikan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Selain itu, warga juga mempertanyakan kelengkapan dokumen teknis seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).

Tidak Semua Warga Menolak

Di tengah penolakan warga RW 16, terdapat pula warga dari wilayah lain di sekitar Bukit Nusa Indah yang menyatakan dukungan terhadap pembangunan SMPN 25.

Dukungan tersebut dikaitkan dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan SMP negeri yang lebih dekat dan terjangkau. Kondisi ini membuat polemik pembangunan SMPN 25 sebelumnya tidak hanya berupa penolakan, tetapi juga memperlihatkan adanya perbedaan aspirasi antarwarga.

Karena itu, pembatalan lokasi pembangunan di Bukit Nusa Indah tidak berarti rencana pembangunan SMPN 25 dihentikan secara keseluruhan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan masih harus menentukan lokasi baru agar kebutuhan fasilitas pendidikan tetap dapat dipenuhi.

Dengan batalnya pembangunan di Bukit Nusa Indah, perhatian berikutnya tertuju pada lokasi alternatif SMPN 25 Tangsel serta bagaimana pemerintah memastikan lokasi baru mempertimbangkan kebutuhan pendidikan sekaligus kondisi lingkungan dan aspirasi masyarakat sekitar.

(*/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.