Bocah 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Cisadane Akhirnya Ditemukan, Pencarian Gabungan Berlangsung Tiga Hari

oleh -28 Dilihat

publicindonesia.com | Tangerang Selatan – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Neill Angkasa Satyanegara (13), pelajar asal RT 05/RW 02, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Cisadane, kawasan bawah Perumahan Pesona Serpong, Kademangan.

Korban ditemukan pada hari ketiga pencarian, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 08.20 WIB, setelah proses pencarian intensif yang melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi dan organisasi relawan.

Sebelumnya, pada hari kedua pencarian, Minggu (26/7/2026), tim SAR gabungan melakukan penyisiran sejak pukul 07.45 WIB. Kegiatan diawali dengan briefing pembagian sektor pencarian sebelum personel bergerak menyisir aliran Sungai Cisadane menggunakan perahu karet, river boat, serta melakukan penyisiran di bantaran sungai.

Pencarian kemudian diperluas hingga radius sekitar 4 kilometer dari titik awal korban diduga hanyut. Tim juga menerapkan metode blender menggunakan perahu LCR Mopel pada radius sekitar 1,5 kilometer untuk memaksimalkan pencarian di bawah permukaan air.

Meski pencarian dilakukan hingga pukul 17.30 WIB pada hari kedua, korban belum berhasil ditemukan. Upaya dilanjutkan pada hari ketiga hingga akhirnya korban ditemukan sekitar 500 meter dari titik awal kejadian.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban berenang bersama sekitar enam orang temannya pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.40 WIB di Sungai Cisadane.

Diduga korban tidak memiliki kemampuan berenang. Rekan-rekannya sempat berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya arus sungai membuat korban hanyut dan menghilang.

Dua sahabat korban, Rasya dan Angga, menjadi saksi mata dalam peristiwa tersebut.

Puluhan Personel Gabungan Dikerahkan

Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kota Tangerang Selatan, Basarnas Jakarta, Damkar Kota Tangerang Selatan, Polsek Cisauk, Koramil Serpong, Satpol PP Tangsel, Kecamatan Setu, Kelurahan Kademangan, PMI Tangsel, RAPID Indonesia, SAR MTA, Baznas Tangsel, Mapala MB ITI, Pokdar Cisauk, serta berbagai organisasi relawan dan masyarakat.

Dalam operasi tersebut, tim menggunakan sejumlah sarana seperti River Boat BPBD, perahu LCR Mopel BPBD, perahu Basarnas, perahu SAR MTA, perahu Mapala Achabuwana UNPAM, hingga peralatan pendukung medis.

Arus Deras Jadi Kendala Pencarian

Selama operasi berlangsung, tim menghadapi sejumlah hambatan, di antaranya banyaknya cadas batu di dasar sungai, arus bawah permukaan yang cukup deras, beberapa titik sungai yang dangkal, serta cuaca panas yang menyulitkan proses pencarian.

Meski demikian, koordinasi seluruh unsur SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya korban pada hari ketiga pencarian.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua dan anak-anak, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di lokasi yang memiliki arus deras dan kondisi dasar sungai yang berbahaya.

(*/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.