,

470  Siswa di Cipongkor Keracunan Usai Santap MBG, Pemkab Bandung Barat Tetapkan KLB

oleh -512 Dilihat

Bandung Barat, publicindonesia.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah insiden keracunan massal menimpa ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Senin (22/9/2025). Sedikitnya 470 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SDN Cipari, mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan siang yang disalurkan melalui program tersebut.

Gejala mulai muncul tak lama setelah jam makan siang. Para siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, pusing, sesak napas, hingga kejang. Dari jumlah tersebut, sekitar 470 siswa harus dirujuk ke RSUD Cililin karena kondisi kesehatan mereka cukup serius dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Makanan Diduga Sudah Tidak Layak Konsumsi

Menu MBG yang disajikan hari itu terdiri dari nasi, ayam kecap, tahu, sayuran segar seperti timun dan selada, serta buah semangka. Beberapa siswa sempat mengaku bahwa lauk ayam yang mereka makan tercium bau tidak sedap dan terasa asam. Dugaan sementara menyebutkan makanan tersebut sudah basi atau tidak layak konsumsi, kemungkinan akibat proses penyimpanan maupun distribusi yang tidak sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan.

Pemerintah Tetapkan KLB

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bergerak cepat dengan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk mempercepat penanganan. Dinas Kesehatan bersama puskesmas setempat langsung turun ke lapangan memberikan perawatan darurat. Selain itu, sampel makanan dan muntahan korban telah diambil untuk diuji di laboratorium, guna memastikan penyebab pasti keracunan.

Kebutuhan darurat seperti pasokan oksigen juga disiapkan, mengingat sebagian siswa mengalami gangguan pernapasan akibat keracunan.

Masih Banyak Ketidakpastian

Hingga kini, jumlah korban masih bisa bertambah karena proses pendataan masih berlangsung. Belum ada hasil resmi dari laboratorium terkait kontaminan apa yang menyebabkan keracunan—apakah bakteri, racun kimia, atau faktor lain.

Selain itu, asal dapur produksi makanan MBG yang didistribusikan ke sekolah-sekolah di Cipongkor masih ditelusuri. Dugaan sementara, ada kelalaian dalam proses penyimpanan, suhu penyajian, atau keterlambatan distribusi yang membuat makanan cepat rusak.

Publik Pertanyakan Standar Keamanan MBG

Kasus ini menambah daftar panjang insiden terkait program MBG yang belakangan mendapat sorotan publik. Orang tua murid dan masyarakat mendesak agar pemerintah lebih ketat dalam mengawasi proses produksi, distribusi, dan kualitas makanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggara MBG di Bandung Barat, sekaligus memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan hingga pulih.

(*/Rif)

 

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.