BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Gelombang Tinggi

oleh -478 Dilihat
Oplus_0

SERANG, publicindonesia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten pada 11–14 September 2025.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di wilayah Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang, dan Tangerang Selatan. Selain itu, gelombang tinggi berpotensi muncul di perairan selatan Banten sehingga masyarakat pesisir dan nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan.

Dinamika Atmosfer Penyebab Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer global dan regional, antara lain:

  • Dipole Mode negatif yang meningkatkan suplai uap air dari Samudra Hindia, sehingga memperbesar peluang hujan di Indonesia bagian barat, termasuk Banten.
  • Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang mendukung pembentukan awan hujan lebih intensif di wilayah barat Indonesia.
  • Gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial yang tengah aktif melintasi Laut Jawa bagian tengah hingga timur, berkontribusi pada pertumbuhan awan hujan.
  • Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia barat Bengkulu yang memicu terbentuknya daerah konvergensi hingga ke wilayah Banten, memperkuat potensi hujan lebat.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk:

  • Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir.
  • Waspada terhadap potensi pohon tumbang, banjir, dan longsor di wilayah rawan.
  • Nelayan dan masyarakat pesisir untuk memperhatikan peringatan gelombang tinggi sebelum melaut.
  • Senantiasa memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

“Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan dampak signifikan. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan peringatan dini,” ujar pihak BMKG dalam keterangannya.

Dengan kondisi atmosfer yang dinamis, BMKG menekankan pentingnya langkah antisipasi agar potensi kerugian maupun risiko keselamatan dapat diminimalisir.


(*/Rif)

No More Posts Available.

No more pages to load.