Rahayu Saraswati Mundur dari DPR RI, Akhiri Kontroversi dengan Pertanggungjawaban Moral

oleh -750 Dilihat

JAKARTA, publicindonesia.com – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu, 10 September 2025. Keputusan tersebut ia sampaikan langsung melalui sebuah video di akun Instagram pribadinya, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas pernyataan kontroversialnya yang kembali viral di media sosial.

“Dengan penuh kesadaran, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Saya mengambil langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab moral,” ujar Saraswati dalam pernyataannya.

Tugas Terakhir Sebelum Pamit

Meski mundur, keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu berharap masih dapat menyelesaikan satu tugas legislatif terakhir, yakni pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan di Komisi VII DPR. Menurutnya, RUU ini penting bagi pengembangan sektor pariwisata nasional dan sudah melalui pembahasan panjang.

Selain itu, Saraswati berjanji menuntaskan komitmennya kepada konstituen di Dapil Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Dana aspirasi yang tersisa akan ia salurkan sepenuhnya untuk bantuan kesehatan dan pelatihan kewirausahaan.

“Saya ingin memastikan setiap rupiah dana aspirasi dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan dan pemberdayaan ekonomi,” tambahnya.

Kontroversi yang Jadi Pemicu

Langkah pengunduran diri ini tak lepas dari kontroversi yang bermula dari potongan video pernyataannya dalam podcast On The Record di Antara TV, Februari lalu. Pernyataannya tentang “mental kolonial” menuai kritik keras dan dianggap menyinggung perjuangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Saraswati menegaskan bahwa potongan tersebut diambil di luar konteks dari diskusi sepanjang 42 menit. “Saya tidak pernah bermaksud meremehkan perjuangan masyarakat. Namun jika ada pihak yang tersinggung, saya dengan tulus meminta maaf,” ujarnya.

Sikap Fraksi Gerindra

Menanggapi keputusan tersebut, Fraksi Partai Gerindra menyatakan menghormati pilihan Saraswati. Fraksi juga memastikan akan segera memproses administrasi pengunduran dirinya sesuai mekanisme undang-undang dan aturan internal partai.

“Kami menghargai sikap Bu Saras yang memilih mengutamakan tanggung jawab moral. Fraksi akan memproses sesuai prosedur,” tulis pernyataan resmi Fraksi Gerindra.

Catatan Akhir

Pengunduran diri Rahayu Saraswati menjadi sorotan publik, mengingat kiprahnya yang cukup menonjol sebagai legislator muda dan aktif di berbagai isu sosial. Meski demikian, ia memilih mundur dengan meninggalkan pesan moral: bahwa setiap pejabat publik harus siap menanggung konsekuensi dari ucapannya.


(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.