Program Makan Bergizi Gratis di Lebak Terkendala, Menu Basi Dibuat Siswa Enggan Konsumsi

oleh -519 Dilihat
Oplus_0

Lebak, publicindonesia.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru berjalan di sejumlah sekolah dasar (SD) dan madrasah tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, menuai sorotan. Pasalnya, sebagian menu yang dibagikan kepada siswa dilaporkan dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Sejumlah siswa enggan menyantap makanan yang disediakan karena nasi berlauk sayur dan tempe sudah basi dan terasa pahit. Alhasil, banyak porsi makanan terbuang begitu saja.

Agung Amin Firdaus, Wakil Kepala MTs Mathlaul Anwar Bagos, Kecamatan Cibadak, membenarkan adanya persoalan tersebut. Ia menyebutkan bahwa program MBG di sekolahnya baru berjalan dua hari, namun pada hari kedua kualitas makanan sudah dikeluhkan.

“Pada hari pertama, menu yang disajikan masih cukup baik, terdiri dari nasi, sayuran, tempe, telur, dan buah-buahan. Namun di hari berikutnya, sayur dan tempenya sudah basi, rasanya pahit, sehingga siswa tidak mau makan,” ungkap Agung, Selasa (3/9/2025).

Menurut Agung, kejadian ini tentu sangat disayangkan, mengingat tujuan utama program MBG adalah untuk meningkatkan asupan gizi anak didik sekaligus mendukung konsentrasi belajar mereka.

“Kami berharap kualitas makanan benar-benar diperhatikan. Jangan sampai program yang baik ini justru kontraproduktif karena menu yang disajikan tidak layak dikonsumsi,” tegasnya.

Sejumlah orang tua murid juga ikut mengeluhkan hal serupa. Mereka meminta agar pihak penyedia makanan lebih ketat dalam menjaga higienitas dan kualitas bahan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah. Namun, kasus di Cibadak menjadi catatan penting agar distribusi dan pengawasan lebih ditingkatkan, sehingga tujuan mulia program tidak terganggu oleh masalah teknis di lapangan.

***(Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.