DPRD Tangsel Lakukan Sidak ke SMPN 19, Kumpulkan Fakta Terkait Kasus Bullying yang Tewaskan M. Hisyam

oleh -355 Dilihat

publicindonesia.com | Tangerang Selatan — Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan Komisi II melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMP Negeri 19 Kota Tangerang Selatan pada Rabu siang, 19 November 2025. Rombongan dipimpin Ketua Komisi II, Ricky Yuan Bastian, didampingi anggota komisi Steven Jansen, Gus Andi, dan Adi Surya Purba. Sidak dilakukan untuk memastikan informasi terkait meninggalnya M. Hisyam, seorang siswa yang diduga menjadi korban perundungan beberapa waktu lalu.

Dalam penjelasannya, Ricky Yuan Bastian menyampaikan ucapan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Pihaknya, kata Ricky, datang untuk menggali keterangan langsung dari pihak sekolah sebagai bahan pendalaman yang nantinya akan dibahas bersama instansi terkait.

“Kami menyampaikan duka cita atas meninggalnya M. Hisyam. Kedatangan kami untuk mendapatkan keterangan tambahan dari pihak sekolah sebagai bekal kami untuk berbicara kepada pihak lain,” ujar Ricky.
“Pihak sekolah telah menyampaikan kronologi versi mereka, namun seluruh proses hukum kini sudah ditangani kepolisian. Kami hanya mengumpulkan keterangan.”

Ricky juga mengungkapkan bahwa DPRD Tangsel telah menjadwalkan rapat koordinasi (rakor) yang melibatkan Satgas PPA Polres Tangsel, Dinas Pendidikan, Dinas Perlindungan Anak, dan sejumlah instansi terkait lainnya. Rakor tersebut akan menjadi forum resmi untuk membahas secara komprehensif penanganan kasus perundungan serta langkah evaluasi terhadap sistem pengawasan di sekolah.

“Dalam pertemuan ini, ada beberapa hal yang sudah kami kumpulkan dari pihak sekolah. Semua ini akan kami bawa ke rapat koordinasi agar penanganan dan evaluasi dapat berjalan komprehensif,” tambahnya.

Sidak ini menjadi langkah awal DPRD Tangsel dalam memastikan transparansi informasi, sekaligus mendorong peningkatan penanganan kasus bullying agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Di sisi lain, Kusnadi, orang tua almarhum M. Hisyam, dalam konferensi pers menyampaikan harapannya agar proses hukum berjalan seadil-adilnya. Ia juga meminta agar pengawasan terhadap siswa di sekolah diperketat.

“Kami berharap ada keadilan untuk anak kami. Pengawasan di sekolah harus lebih ditingkatkan agar tidak ada lagi korban seperti Hisyam,” ujar Kusnadi.

Kasus ini kini menjadi perhatian berbagai pihak, dan diharapkan sidak DPRD serta rapat koordinasi lintas-instansi dapat menjadi momentum pembenahan sistem perlindungan siswa di sekolah-sekolah Kota Tangerang Selatan. (*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.